
Perusahaan kereta api NIS (Nederlandsch-Indische Spoorwegmaatschappij) membeli 5 (lima) unit lokomotif uap B25 untuk melayani angkutan militer dan untuk melalui rel bergerigi yang ada di rute Ambarawa - Secang. Jalur kereta api dari Ambarawa ke Secang (termasuk rel bergerigi rute Jambu-Bedono-Gemawang sepanjang hampir 6.5 kilometer) resmi beroperasi pada tanggal 1 Februari 1905.
Salah satu keunikan dari lokomotif uap B25 ini adalah memiliki roda gigi. Fungsi dari roda gigi ini bertugas untuk mengait rel bergerigi yang ada dibawahnya. Jika tidak ada roda gigi ini, kereta api tidak akan bisa menanjak. Posisi roda gigi ini berada di tengah, di antara roda-roda lokomotif lain yang berbentuk normal. Keberadaan komponen roda gigi ini sangatlah vital. Penggunaan roda gigi memungkinkan kecuraman 65% dapat dilalui meskipun dengan kecepatan rendah 10 km/jam. Pada saat menurun, maka roda gigi berfungsi untuk menahan kecepatan kereta api.

Saat ini masih tersisa 3 (tiga) unit lokomotif uap seri B25 yang masih bisa dijumpai yaitu lokomotif uap B25 02 dan B25 03 yang masih operasional untuk melayani kereta wisata rute Ambarawa - Bedono sedangkan lokomotif uap B25 01 menjadi monumen statis di Monumen Palagan Ambarawa (penanda kepahlawanan dan perjuangan). Di Sawahlunto (Sumatera Barat), juga ada lokomotif uap bergigi yaitu seri E10 yang pada masa lalu digunakan untuk angkutan batubara namun pada saat ini hanya dioperasionalkan untuk kereta wisata saja.
Bila liburan pastikan Anda dan keluarga merencanakan berlibur ke Ambarawa dan merasakan sensasi menaiki kereta api wisata dengan Lokomotif B25 - Sang Legenda di Museum Kereta Api Ambarawa.
sumber : indonesianheritagerailway.com
Semarang Kota Media Informasi Kota Semarang

